Rabu, 11 April 2012
Jumat, 16 Maret 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebuah museum memiliki fungsi yang demikian luas, tidak saja sebagai monumen, melainkan juga sebagai tempat catatan sejarah, dokumentasi dan tempat belajar bagi generasi berikutnya. Namun jumlah pengunjung museum akhir akhir ini menurun. Museum "Haji Widayat" di Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar dua kilometer sebelah timur Candi Borobudur, tutup sejak beberapa waktu lalu diduga karena pengelolaan yang kurang baik oleh manajemen keluarga almarhum pelukis Widayat. Akhir-akhir ini koleksi museum berkurang, sekarang beberapa karya Haji Widayat ada di luar museum. Bahkan Sebagian besar karyawan Museum Haji Widayat yang sebanyak 14 orang telah dirumahkan, mungkin sekarang tinggal dua orang yang masih bekerja.
Ditetapkannya tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Museum oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, seperti tak ada gaungnya. Museum-museum dengan koleksi benda berharga dan bersejarah, sekalipun sudah punya nama besar, tetap saja terlihat sepi contohnya Museum Haji Widayat. Hingga mendekati penghujung Bulan September, jumlah pengunjungnya hanya 6 orang. Sebagaimana tercatat pada buku tamu museum tersebut, dalam sepekan jumlah pengunjung seringkali tidak pernah lebih dari 2 orang.
Hal itu tentunya belum sesuai harapan pengelola museum yang baru. Meski begitu, pihak pengelola masih terus melakukan pembenahan agar keberadaan museum menjadi lebih menarik sehingga bisa merasang mesyarakat untuk mengunjungi museum yang terletak di pertigaan Borobudur-Kota Mungkid tersebut. Berangkat dari keprihatinan-keprihatinan itu saya membuat makalah ini agar Museum Haji Widayat lebih dikenal khalayak dan menjadi tujuan wisata.
B. Rumusan Masalah
1. Siapa dan bagaimanakah proses pendirian Museum Haji Widayat?
2. Bagaimana deskripsi umum bangunan Museum Haji Widayat?
3. Bagaimana sejarah perkembangan Museum Haji Widayat?
4. Apa saja keistimewaan Museum Haji Widayat?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui siapa dan bagaimanakah proses pendirian Museum Haji Widayat.
2. Mengetahui deskripsi umum bangunan Museum Haji Widayat.
3. Mengetahui sejarah perkembangan Museum Haji Widayat.
4. Mengetahui keistimewaan-keistimewaan Museum Haji Widayat.
D. Manfaat
1. Memenuhi tugas akhir mata kuliah Sejarah Pariwisata.
2. Menambah pengetahuan tentang museum Haji Widayat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Deskripsi Umum tentang Pendiri dan Proses Pendirian Museum Haji Widayat
Widayat dilahirkan tanggal 9 Maret 1919 di Kutoarjo, Jawa Tengah. Pengalaman seni lukis Widayat cukup mengesankan, setelah tamat HIS (Sekolah Belanda) di Trenggalek tahun 1937, ia pindah dan belajar di Bandung, Jawa Barat. Di kota inilah ia bertemu dengan “pelukis hari minggu” Mulyono, dan dapat dikatakan bahwa dari situlah karir kesenilukisan Widayat dimulai.
Pada tahun 1939, Widayat melamar sebagai pegawai kehutanan sebagai mantri opnamer (juru ukur) dan ditempatkan di Palembang selama lebih kurang tiga tahun. Masa tiga tahun sebagai juru ukur kebun karet sangat membekas dalam hatinya. Ini terlihat dalam sebagian karyanya yang banyak diilhami pengamatannya tentang alam, hewan dan tumbuhan.
Widayat melepas pekerjaannya di hutan karet saat Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942. Ia beralih menjadi juru gambar membuat peta rel kereta api Palembang. Tahun 1945 ia bergabung dengan PMC (Penerangan Militer Chusus), dengan pangkat Letnan Satu dan selanjutnya bergabung dengan divisi Garuda Sumatera Selatan tahun 1945-1947, sebagai Pimpinan Seksi Penerangan.
Di tempat inilah Widayat baru bisa meneruskan kembali semangat berkeseniannya lewat publikasi poster perjuangan.
Pada tahun 1950 ketika ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) dibuka di Yogyakarta, Widayat masuk dan menjadi salah satu dari 45 mahasiswa pertama yang di terima di lembaga baru tersebut. Akhirnya Widayat dipercaya kembali ke almamaternya untuk mengajar di ASRI. Sejak menjadi pendidik di ASRI muncul obsesi untuk mendirikan museum, terlebih setelah pulangnya Widayat dari Jepang (1962).
Tahun 1998 Widayat memasuki masa pensiun dan tidak lagi mengajar di ASRI (sekarang Institut Seni Indonesia/ISI). Dan pada tahun 1989 Widayat bersama Soemini (istrinya kedua) menunaikan ibadah haji ke tanah Suci Mekah. Sejak itu, dalam karyanya tertera tanda tangan h. Widayat (“h” dalam huruf kecil).
Museum Haji Widayat adalah wujud nyata dari sebuah impian, obsesi dan prestasi dari pelukis H. Widayat. Impian dan obsesinya untuk memelihara dan mengabadikan karya-karya pelukis muda, khususnya mahasiswa Akademi Seni Rupa Indonesia/ASRI (Institut Seni Indonesia/ISI). Selama lebih dari 40 tahun, sebelum akhirnya terealisasi, memiliki museum merupakan cita-cita H. Widayat. Bukan saja sebagai tempat memamerkan karya-karya pribadinya maupun karya-karya pelukis dan perupa lain, tetapi sebagai seniman yang menjadi dosen Akademi Seni Rupa Indonesia, motivasi utamanya adalah menjadikan museum pribadinya sebagai tempat untuk belajar dan mengapresiasi karya seni.
Sepulang dari belajar di Jepang pada tahun 1962, usulan untuk membuat museum ini muncul dan disodorkan oleh kawan dekatnya, Fadjar Sidik. Ide mendirikan museum ini sebenarnya bermula dari keprihatinan Widayat, yang pada saat itu sudah Pensiun dari Staf Pengajar di Fakultas Seni Rupa (FSR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, melihat koleksi karya-karya mahasiswa yang hanya bertumpuk di gudang, bahkan banyak yang hilang diambil orang. Peristiwa itulah yang mendorong munculnya usulan Fadjar Sidik yang lantas direalisasikannya setapak demi setapak.
Konsep H. Widayat akan museum pribadinya dituangkan dalam disain oleh arsitek Ir. H. Edji Sukedji yang dikenal pada saat sama-sama menunaikan ibadah haji. Bangunan Museum diatas tanah seluas ± 5.000 m2 terdiri atas 2 lantai dengan luas bangunan ± 2.500 m2, yang pencahayaannya memanfaatkan sinar matahari yang menembus dinding-dinding kaca, terdiri atas Ruang Pamer Lantai 1 yang peruntukannya ditujukan untuk memamerkan karya-karya H. Widayat dalam berbagai media, sedangkan Ruang Pamer Lantai 2 digunakan sebagai tempat untuk memamerkan karya-karya seniman lain yang merupakan koleksi Museum H. Widayat.
Pada awal pendiriannya selain bangunan museum, H. Widayat juga mendirikan tempat tinggal merangkap studionya serta guest house sebagai tempat untuk menginap para tamu-tamunya. Museum ini dimaksudkan untuk memamerkan karya seni rupa yang telah dipilih oleh almarhum H. Widayat bersama Dewan Kurator menjadi koleksi tetap agar tetap dapat di nikmati oleh pecinta seni ataupun khalayak. Akhirnya pembangunan museum selesai pada awal tahun 1994 dan diresmikan pada 30 April 1994 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. DR. Ing. Wardiman
B. Deskripsi Bangunan Museum Haji Widayat
Museum Seni Rupa H. Widayat berdiri diatas areal tanah seluas ± 7.000 m2 terletak di jalur wisata diantara candi Mendut dan candi Borobudur, kira-kira 2 kilometer sebelum memasuki area Candi Borobudur, tepatnya di Jl. Letnan Tukiyat 32 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Logo Museum H. Widayat
Pada awal berdirinya logo Museum H. Widayat didisain oleh Aming Prayitno (murid sekaligus rekan kerja H. Widayat di ISI Yogyakarta) yang diminta kesediaannya oleh H. Widayat dan Hj. Soemini. Logo berbentuk segi empat dengan siku melengkung melindungi huruf M, H dan W yang dirangkai secara vertikal dengan porposional memiliki makna keseimbangan, sedangkan apabila diamati rangkaian huruf MHW menyerupai buku dan juga pintu terbuka, yang memberikan makna bahwa Museum H. Widayat merupakan sarana untuk menimba ilmu dan selalu terbuka bagi semua orang/kalangan.
Pada tahun 2001 logo Museum H. Widayat mengalami perubahan, dengan masih tetap mempertahankan rangkaian huruf MHW sebagai utamanya, logo dibuat dalam format lingkaran (tanpa merubah makna logo awal) serta mencantumkan tiga rangkaian nama bangunan utama kompleks museum : Museum H. Widayat, Galeri Hj. Soewarni (d/h Galeri Widayat), Artshop Hj. Soemini disekelilingnya. Tiga buah garis siku pada bagian atas dan dua buah garis siku bagian bawah, mencerminkan buah kasih perkawinan H. Widayat dengan Hj. Soewarni (dua putri dan tiga putra), sedangkan garis vertikal sisi sebelah kiri dan kanan huruf MHW, mencerminkan buah kasih perkawinan H. Widayat dengan Hj. Soemini (enam putra) yang apabila dijumlahkan keseluruhan garis berjumlah 11 untuk mencerminkan kesebelas putra-putri H. Widayat.
Pemilihan warna dominan orange dikarenakan warna orange dianggap warna yang dinamis, dimaksudkan untuk menandakan bahwa Museum H. Widayat adalah museum yang dinamis dan aktif, selalu mempunyai keinginan untuk maju dan berkembang. Penambahan dua nama (Hj. Soewarni dan Hj. Soemini) dilakukan seiiring perkembangan dan berdirinya Galeri Hj. Soewarni serta Artshop Hj. Soemini. Pemberian kedua nama pada bangunan tersebut adalah untuk mengabadikan dua orang yang paling berjasa dalam hidup H. Widayat yang telah menjadikan seorang H. Widayat menjadi seniman besar.
Perubahan logo tersebut merupakan konsep dan disain Drs. Fajar Purnomo Sidi M.M. (Putra H. Widayat) dan Oscar Samaratungga (Cucu H. Widayat).
Museum ini memiliki 3 bangunan utama ditambah area taman yaitu :
1. Museum Haji Widayat
Museum Haji Widayat merupakan bangunan utama yang terdiri dari Ruang Pamer Lantai 1 yang digunakan untuk memamerkan karya-karya H. Widayat dalam berbagai media, sedangkan Ruang Pamer Lantai 2 digunakan sebagai tempat untuk memamerkan karya-karya seniman lain yang merupakan koleksi Museum H. Widayat. Setelah memasuki pintu masuk bangunan ini di sebelah kiri pintu masuk terdapat ruang informasi dan tempat pembayaran karcis. Setelah itu akan ada guide / pemandu yang akan memandu kita berjalan keliling seluruh ruangan di Museum Haji Widayat termasuk ke area taman.
2. Galeri Hj. Soewarni
Galeri Hj. Soewarni diresmikan pada 20 Maret 1999 oleh Rektor Institut Seni Indonesia, Prof. DR. I Made Bandem. Pembangunan galeri seni yang diberi nama Hj. Soewarni adalah sebagai penghormatan atas jasa istri pertamanya, dimulai pembangunanya pada tahun 1997. Bangunan seluas 1.300 m2 ini diarsiteki oleh Ir. H. Edji Sukedji dilengkapi dengan gudang untuk penyimpanan lukisan, ruang untuk sekretariat/kantor, mezzanine serta kolam renang pribadi.
Masih menggunakan konsep yang sama dengan bangunan museum, cahaya matahari secara natural dimanfaat untuk menyinari ruangan yang dinding-dinding kacanya dihiasai oleh lukisan / sketsa H. Widayat. Galeri ini selain sebagai tempat untuk berpameran, workshop bagi seniman muda atau senior juga diperuntukkan untuk memenuhi keinginan para pecinta seni / kolektor yang berkeinginan untuk mengkoleksi karya-karya H. Widayat. Galeri ini mampu menampung lebih dari 50 karya lukis dan grafis, serta lebih dari 20 karya patung dan seni instalasi.
Galeri Hj. Soewarni juga mempunyai puluhan setrika kuno koleksi pribadi yang juga dapat menjadi daya tarik pendukung bagi pengunjung galeri ini.
3. Art Shop Hj. Soemini
Art Shop Hj. Soemini adalah bangunan yang berupa rumah joglo yang didirikan sebagai penghormatan atas jasa istri kedua. Pendirian bangunan art shop Hj. Soemini ini, diarsiteki oleh Ir. Agung Wijanarko yang juga merupakan anak ke 5 dari H. Widayat dan Hj. Soemini. Bangunan seluas 1.300 m2 yang mengambil bentuk joglo ini selesai pendiriannya pada tahun 2001 dan diresmikan penggunaanya untuk pertama kali oleh H. Widayat.
Bangunan Art Shop Hj. Soemini terbagi atas 3 bagian, dimana ruang depan adalah tempat untuk penjualan cinderamata khas Museum H. Widayat, penjualan karya-karya seni seniman muda, dan sebagai tempat Workshop. Ruang tengah adalah ruang marmer, yang mana di ruangan ini terdapat lukisan / sketsa karya H. Widayat yang dipahatkan pada marmer dan tertempel pada dinding.
Ruang belakang adalah merupakan ruang peristirahatan yang pada konsep pembangunan adalah juga akan diperuntukkan sebagai studio tempat H. Widayat berkarya.
4. Area Taman
Museum Haji Widayat dilengkapi dengan area taman yang berupa lanskap tanaman tropis lengkap dengan aneka macam jenis tanaman, burung dan juga unggas menunjang dan memberikan suasana asri yang sekaligus terasa menyatu dengan berbagai koleksi karya patung luar ruang (outdoor).
Jadi pendirian Museum Haji Widayat juga memperhatikan keindahan lingkungan dimana bangunan-bangunan tersebut berada dan menyatu. Selain itu area taman ini juga merupakan dukungan nyata terhadap program reboisasi
C. Perkembangan Museum Haji Widayat
Berikut perkembangan Museum Haji Widayat sejak dibangun sampai sekarang:
1. Pembukaan Museum H. Widayat
30 April 1994
Peresmian : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. DR. Ing. Wardiman Djojonegoro
2. Ulang Tahun Museum ke-I
30 April 1995
Pameran Patung Outdoor/Indoor
Peresmian : Bupati Kepala Daerah Tingkat II Magelang Kardi
3. Pembukaan Galeri Hj. Soewarni
20 Maret 1999
Peluncuran Buku "WIDAYAT. The Magical Mysticism of a Modern Indonesian Artist"
Pameran Tunggal H. Widayat “80 th Anniversary Haji Widayat”
Peresmian : Prof. DR. I Made Bandem
4. Pameran Patung dan Lukisan G. Sidharta
15 Januari – 22 Januari 2000
Peresmian : Prof. DR. I Made Bandem
5. Pameran “Not Just the Political”
10 Nopember – 17 Nopember 2001
Peresmian : H. Widayat
6. Pameran “Pelukis Tanpa Bakat”
Batara Lubis dan Nashar
14 - 27 Januari 2002
Peresmian : Bagong Kussudiardjo
7. Solo Exhibition (The Last Exhibition) “83 th Anniversary Haji Widayat”
16 Maret – 30 Maret 2002
Peresmian : dr. Oei Hong Djien
8. Pameran Bersama “Re-Kreasi”
Mengenang 100 hari wafatnya Bapak H. Widayat
28 September – 12 Oktober 2002
Peserta 119 Seniman
Peresmian : Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika
9. Pameran Bersama “BOROBUDUR INTERNATIONAL FESTIVAL 2003”
14 Juni – 28 Juni 2003
Peserta pameran 79 Seniman
Peresmian : Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika
10. Pameran Tunggal “Block Note” Pupuk Daru Purnomo
22 Pebruari – 05 Maret 2004
Peresmian : G. Sidharta Soegijo
11. Pameran Bersama “Membaca Dunia Widayat”
13 - 26 Maret 2004
Peserta Pameran 59 Seniman
Peresmian : Deputi Menteri Bidang Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata DR. Sri Hastanto
13 Maret 2004
Peluncuran Buku “EXPLORING MODERN INDONESIAN ART INDONESIA” The collection of dr. Oei Hong Djien by DR. Helena Spanjaard
Peluncuran buku : G. Sidharta Soegijo
14 Maret 2004
Bedah Buku “EXPLORING MODERN INDONESIAN ART INDONESIA” The collection of dr. Oei Hong Djien by DR. Helena Spanjaard.
Nara Sumber :
Jim Supangkat
DR. Agus Burhan
DR. Helena Spanjaard
dr. Oei Hong Djien
12. Pameran “Dekade” , 10 Tahun Museum Haji Widayat
Penghargaan Widayat Award, penerima G. Sidharta Soegijo
H. Widayat karya media kertas (Paper)
Patung - Asosiasi Pematung Indonesia Yogyakarta
30 Mei – 13 Juni 2004
Peresmian : Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika
13. Pameran Bersama “4 Perupa”
Syahri
Nana Banna
Tresna Suryawan
Abe A. Kohar Ibrahim
15 Agustus – 29 Agustus 2004
Peresmian : Ajip Rosidi
14. Pameran Bersama Dosen dan Mahasiswa ISI Denpasar “Jejak Tradisi dalam Ekspresi Modern II”
05 September – 12 September 2004
Peserta 42 Seniman
Peresmian : Prof. DR. I Made Bandem
15. Pameran Berantai “The Realistage”
10 September – 24 September 2005
Peserta 26 Seniman
Peresmian : Ajip Rosidi
D. Keistimewaan Museum Haji Widayat
1. Koleksi Museum Haji Widayat
Koleksi yang dimiliki Museum H. Widayat terdiri atas bermacam-macam jenis karya dalam berbagai media. Seiring dengan berjalannya waktu maka bertambah pula jumlah dan jenis koleksi museum yang dari awalnya hanya sekitar 140 buah untuk karya H. Widayat bertambah menjadi kurang lebih 347 karya di tahun 2000, dan sekarang telah berkembang menjadi 1.001 karya dalam berbagai ukuran dan media. Demikian pula dengan koleksi museum karya seniman lain dari sekitar 130 pada awal museum berdiri maka untuk saat ini karya-karya tersebut telah bertambah menjadi sekitar 500 buah karya terdiri atas lukisan, sketsa, patung dan benda-benda antik lainnya.
2. Lokasi
Museum ini terletak di jalur strategis yaitu jalur wisata diantara candi Mendut dan candi Borobudur, kira-kira 2 kilometer sebelum memasuki area Candi Borobudur, tepatnya di Jl. Letnan Tukiyat 32 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
3. Jam buka
Museum Haji Widayat buka setiap hari dari pukul 08.00-16.00 WIB.
4. Tiket dan Parkir
Dewasa : Rp 4.000,00
Anak-anak : Rp 2.000,00
Parkir : Rp 1.000,00
5. Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas yang ada antara lain toilet, kedai makan, area taman dan tempat parkir.
6. Sertifikasisi
Sertifikasi di Museum H. Widayat dimaksudkan sebagai tindakan preventif untuk pencegahan pembajakan, menghindari pemalsuan karya H. Widayat, maka museum H. Widayat mengeluarkan sertifikat yang menyertai lukisan atau karya yang terjual. Dengan metode pengamanan yang canggih diharapkan para pecinta seni/kolektor tidak terkecoh dengan membeli karya asli tapi palsu yang memang banyak beredar. Pengambilan keputusan tentang keaslian lukisan dirumuskan bersama antara Direktur dengan Dewan Kurator Museum H. Widayat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Museum Haji Widayat didirikan atas ide Widayat untuk memamerkan karya seni rupa yang telah dipilih oleh H. Widayat bersama Dewan Kurator menjadi koleksi tetap agar dapat di nikmati oleh khalayak. Museum ini diresmikan pada 30 April 1994 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. DR. Ing. Wardiman . Museum ini terdiri atas Ruang Pamer Lantai 1 (untuk memamerkan karya-karya H. Widayat dalam berbagai media), sedangkan RuangPamer Lantai 2 digunakan sebagai tempat untuk memamerkan karya-karya seniman lain yang merupakan koleksi Museum H. Widayat. Museum ini memiliki 3 bangunan utama yaitu Museum H. Widayat, Galeri Hj. Soewarni dan Art Shop Hj. Soemini, serta ditambah area taman yang dimanfaatkan untuk meletakkan karya seni outdoor. Museum Haji Widayat terletak di Jl. Letnan Tukiyat 32 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
B. Saran
Saya menyarankan agar pengelolaan museum Haji Widayat lebih baik lagi agar pengunjung bertambah nyaman berada di museum ini. Selain itu bagi para pengunjung hendaknya lebih menghormati tata tertib ketika mengunjungi museum Haji Widayat sesuai tata tertib yang berlaku.
DAFTAR PUSTAKA
http://hajiwidayat.com/perihal diakses pada hari Selasa, 20 Desember 2011 pukul 07.30 WIB.
http://hajiwidayat.com/other_artists/daft_1.htm diakses pada hari Selasa, 20 Desember 2011 pukul 07.35 WIB.
http://harianjoglosemar.com/berita/museum-haji-widayat-dibuka-lagi-23425.html diakses pada hari Selasa, 20 Desember 2011 pukul 07.40 WIB.
http://www.antaranews.com/news/208951/museum-haji-widayat-tutup diakses pada hari Selasa, 20 Desember 2011 pukul 08.00 WIB.
Senin, 12 Maret 2012
Perang Irak Iran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Irak dan Iran merupakan Negara tetangga dan termasuk Negara Islam. Walaupun yang memproklamirkan sebagai Negara Islam adalah Iran melaui Revolusi Iran yang dipimpin oleh Imam Khomaeni. Baik Iran maupun Iran tidak bisa lepas dari pengaruh dua aliran besar dalam Islam yakni Sunni dan Syiah.
Kedua Negara tersebut telah berkonflik sejak dulu, yakni dimulai pada masa kerajaan Mesopotamia hingga kekaisaran Ottoman (antara tahun 1555 dan 1918) mengenai batas wilayah antar Irak dan Iran. Konflik mengenai batas Negara masih terus berlangsung sampai pada tahun 1975, Amerika Serikat mendesak keduanya untuk melakukan kesepakatan mengenai batas wilayah Negara melalui sebuah perjanjian yang dikenal dengan perjanjian Aljazair.
Awalnya setelah perjanjian tersebut hubungan antara Irak dengan Iran berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan agen-agen Iran berhasil membongkar komplotan pro-Uni Soviet yang merencanakan kudeta terhadap pemerintah Irak. Akan tetapi, hubungan kedua Negara tersebut kembali memburuk ketika Saddam Hussein berkuasa dan kembali mengungkit masa lalu.
B. Rumusan Masalah
1. Apa latar belakang perang Irak-Iran?
2. Bagaimana jalannya perang Irak-Iran?
3. Bagaimana kekuatan masing-masing pihak?
4. Bagaimana akhir dan akibat dari perang Irak-Iran?
C. Tujuan
Untuk mengetahui sejarah perang Irak-Iran dari awal terjadinya perang, jalannya perang hingga akibat perang.
BAB II
PEMBAHASAN
A. LATAR BELAKANG PERANG IRAK-IRAN
Irak dan Iran merupakan Negara Islam. Sesungguhnya konflik kedua Negara tersebut di karenakan salah satunya karena aliran Sunni dan Syiah yang dianut oleh masing-masing. Di Iran penduduknya 100% beraliran Syi’ah sedangkan di Irak kira-kira 60% beraliran Syi’ah. Tetapi Irak di perintah oleh orang-orang Suni yang minoritas di Negara itu. Orang-orang Syi’ah di Iran mengajak orang-orang Syi’ah di Irak untuk berintak menumbangkan pemerintahan Saddam Hussen. Sebab partai Baath dan Saddam Hussen di anggap anti Islam. Karena merasa terancam dengan aksi orang-orang Syi’ah yang merasa dianaktirikan, pemimpin Syi’ah Bagher Sadr disingkirkan.
Konflik dua Negara juga dikarenakan dulu terjadi perang antara Babilonia dengan Persia. Irak adalah penerus Babilonia sedankan Iran penerus Persia. Dalam sejarah kedua bekas kerajaan telah berperang dan saling menaklukan. Kedua Negara tersebut telah berkonflik sejak dulu, yakni dimulai pada masa kerajaan Mesopotamia hingga kekaisaran Ottoman (antara tahun 1555 dan 1918) mengenai batas wilayah antar Irak dan Iran. Persengketaan batas negara itu terus berlanjut hingga kemudian pada 1975, atas desakan AS, Iran dan Irak menandatangani kesepakatan mengenai batas negara di Algiers, Aljazair.
Sejak saat itu, hubungan kedua Negara membaik pada tahun 1978, akan tetapi hubungan kedua Negara tersebut memanas kembali ketika Saddam Husain berkuasa dan mengungkit masa lalu. Saddam jelas-jelas menyobek perjanjian Aljazair di depan televise. Itulah tanda dimulainya perang dengan Iran.
Di Zaman Shah, Iran membuat program industrialisasi yang dipercepat luar biasa telah mempersenjatai dirinya secara berlebihan. Ambisi Iran waktu itu adalah menjadi Negara yang paling maju dan paling kuat di kawasan Timur Tengah. Untuk mewujudkannya mereka berpolitik imperialisme. Mereka tidak segan-segan menguasai tiga pulau di dekat Ormus untuk memungkinkan mengontrol mulut teluk Persia. Dihanjurkannya gerilia progresif di Dhofar dan memaksa Irak untuk berunding mengenai wilayah perairan Shatt Al Arab. Rencana Iran membuat Negara tetangga merasa takut. Hegemoni Iran yang begitu kuat sehingga mendapat julukan “Penjaga Timur Tengah”. Politik Negara Iran ini mendapat dukungan dari Negara-negara barat dan Jepang. Karena dengan itu mereka secara bebas melakukan perjalanan minyak ke Negara mereka.
Irak pada saat iu sedang mencapai puncak kejayaannya karena minyak mereka mampu mempercepat proses industrialisasi secara besar-besaran. Mereka dibantu oleh Prancis membangun sentral nukril yang sewaktu-waktu bisa digunakkan untuk membuat nuklir.
Pada saat Iran tak mampu lagi menjadi penjaga Teluk Persia, Irak berambisi untuk menggantikannya karena mereka pada saat itu berada dalam posisi yang kuat. Hubungan antara Irak dengan Iran retak setelah jatuhnya shah pada tahun 1979. Mereka saling memperebutkan Teluk Persia Shatt Al Arab yakni sebuah muara besar dari pertemuan antara sungai Tigris dan Eufrat yang mengalir ke Teluk Persia yang merupakan perbatasan antara Irak, Iran dan Kuwait. Karena kawasan Teluk Persia merupakan kawasan kilang-kilang minyak. Oleh karena itu Irak dibawah kepemimpinannya menginginkan teluk tersebut untuk menjadi bagian dari wilayahnya yang akan mengantarkan Irak menjadi Negara superior di Timur Tengah. Puncaknya, ketika pasukan Irak meyerbu Iran pada tanggal 22 September 1980.
B. JALANNYA PERANG
Perang Iran-Irak juga dikenali sebagai Pertahanan Suci dan Perang Revolusi Iran di Iran, dan Qadisiyyah Saddam di Irak, adalah perang di antara Irak dan Iran yang bermula pada bulan September 1980 dan berakhir pada bulan Agustus 1988. Perang ini bermula ketika rezim Saddam Hussein berkuasa. Berawal dari Saddam Hussein melakukan pelanggaran di wilayah Iran. ia bermaksud untuk merebut provinsi kaya minyak Khuzestan ke dalam wilayahnya dan memisahkannya dari Iran. saddam juga berencana menggulingkan Republik Islam Iran. Untuk menjalankan ambisinya tersebut, ia dibantu oleh Amerika Serikat, baik dana, militer maupun politik. Dengan dukungan yang kuat, Saddam Hussein sangat yakin jika Iran dibawah pimpinan Imam Khomaeni mampu ditundukan dengan mudah. Apalagi beberapa wilayah Iran telah mampu dikuasai oleh Irak.
Saddam menjadi Presiden Irak mendapat dukungan penuh dari Barat dan sejumlah Negara Arab untuk menyerang Iran. Karena Iran dengan tegas memproklamirkan menjadi Negara Islam. Bagi dunia, Negara yang berasaskan Islam merupakan sebuah ancaman yang serius.
Sebelum meletusnya perang Irak-Iran, Saddam Hussein merobek perjanjian Aljazair di depan kamera televisi. Dengan penyobekan perjanjian tersebut menandakan perang antara kedua Negara telah dimulai. Pihak Saddam mengira bahwa mereka bisa menundukan Iran hanya dalam kurun waktu tiga hari atau paling lama selama seminngu. Tetapi prediksi Saddam keliru, karena dalam rentang delapan tahun berperang, Iran tak bisa ditundukan. Bangsa Iran mampu bertahan dari arogansi pihak musuh.
Pada awal perang, Rezim Saddam berhasil menguasai sejumlah wilayah Iran. Posisi Iran dengan keterbatasan logistik militer, berada dalam kondisi terpojok. Sedangkan militer Irak dengan 250 ribu personel yang didukung dengan ribuan mortir, tank, panser dan peralatan militer lainnya berhasil menguasai kota dan desa-desa Iran sepanjang perbatasan kedua negara. Bersamaan dengan itu, lebih dari 100 jet tempur Irak berusaha membombardir 19 kota Iran dan pos-pos militer negara ini pada hari pertama perang. Akan tetapi serangan udara itu gagal total. Kondisi berbeda di wilayah perairan. Militer Iran berhasil memukul mundur angkatan laut Irak pada bulan-bulan pertama perang. Dengan demikian, angkatan laut Republik Islam Iran mampu mempertahankan kekuatannya di perairan Teluk Persia.
Rezim Saddam Hussein berhasil menduduki kota strategis, Khozestan di barat daya Iran dari pasukan Pasdaran. Disisi lain, pasukan Iran mampu menyerang pos-pos strategis Iran. Hal ini membuat Saddam berubah pikiran, menjadikan dirinya pesimis bisa menundukan Iran. untuk itu, Saddam berniat mempertahankan wilayah-wilayah yang didudukinya dengan mengajukan genjatan senjata tanpa mundur dari perbatasan internasional. Akan tetapi Iran menolak tawaran tersebut, malah menuntut Saddam untuk mengganti rugi dan menuntuk keadilan atas agresi irak terhadap Iran.
Memasuki tahun kedua, para pejuang Iran berupaya mengambil alih wilayah-wilayah yang diduduki Irak. Pada peringatan tahun pertama serangan Irak ke Iran, para pejuang dengan perintah Imam Khomeini berhasil memukul mundur pasukan Irak dari Abadan yang merupakan salah satu kota penting di Iran. Dalam operasi militer itu, Irak kalah telak dan terpaksa mundur dari wilayah Abadan.
Walaupun Iran hanya sendiri dalam perang Irak-Iran, tetapi berhasil memperlihatkan kepada lawannya kekuatan Iran. Pada tanggal 24 Mei 1982, para pejuang Irak berhasil menguasai Khorramshahr yang merupakan kota strategis Iran. Karena bagi bangsa Iran, Khorramshahr adalah simbol pertahanan dan kegigihan dalam menghadapi pendudukan Rezim Saddam Hussein. Dalam operasi militer itu, ribuan tentara Saddam tewas dan ditawan. Selain itu, 60 pesawat serta ratusan tank dan panser milik militer Irak hancur lebur. Setelah kemenangan itu, para pejuang Iran mempunyai spirit berkali lipat untuk mengusir pendudukan dan serangan Rezim Saddam.
Pada bulan Februari 1986, para pejuang Iran juga berhasil menguasai pulau Al-Fau, padahal pada saat itu tentara Irak dilengkapi dengan senjata canggih. Operasi militer yang dilakukan oleh para pejuang Iran bertujuan agar Saddam Hussein menarik pasukannya dari seluruh wilayah Iran, mengadili Saddam dan meminta ganti rugi.
Dalam perang Irak-Iran selama delapan tahun, sepuluh negara Barat dan Arab kompak menyerang Iran. Di antara negara pengekspor senjata ke Irak adalah Uni Soviet. Menurut data yang ada, 53 persen senjata Irak selama perang, dijamin oleh Uni Soviet. Setelah itu pengekspor senjata disusul Perancis dengan menjamin 20 persen kebutuhan senjata Rezim Saddam. Pada dekade 1980, Saddam membeli senjata senilai 25 milyar dolar AS.
Dan sebanyak itu juga ditanggung oleh sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab. Setelah perang selama delapan tahun , Irak mempunyai hutang sebesar 80 milyar dolar dengan enam negara Arab selatan Teluk Persia.
C. KEKUATAN MASING-MASING PIHAK
1. Kekuatan Irak
Ditinjau dari sudut militernya, Irak jauh lebih canggih dalam hal persenjataan dan juga keuangan untuk mendukung jalannya perang. Mereka juga sangat mudah mendapatkan membeli persenjataan dari Inggris, Jerman Barat, Italia, dan Perancis baik secara terang-terangan atau melalui pihak ketiga yakni Saudi Arabia.
Dalam perang Irak-Iran, Irak bekerja sama dengan sebagian Negara-negara Arab lainnya di Teluk Persia. Mereka telah menyiapkantiga Milyar Dollar Amerika untuk persenjataan Irak. Irak sendiri mempunyai tidak kurangdari 35 Milyar Dollar Amerika dalam bentuk devisa dan ditambah uang dari penghasilan minyak yang dialirkan melalui pipa-pipa minyak yang melewati Suriah dan Turki jumlahnya kira-kira tak kurang dari 1 juta barel per hari.
2. Kekuatan Iran
Dalam perang Iran-Irak, Iran tidak dibantu oleh Negara lain. Mereka berjuang sendirian melawan Irak yang dibentu oleh Negara-negara barat terutama Amerika Serikat dan sebagian Negara Arab. Awal dari serangan Irak yang secara tiba-tiba, cukup membuat Iran kaget. Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena militer mereka cepat bergegas. Angkatan Udara mereka didukung oleh pesawat-pesawat pembom phantom untuk membalas serangan dari Irak.
Irak hanya mempunyai cadangan minyak yang hanya cukup untuk kebutuhan dalam negeri. Iran juga diperkirakan kekurangan kerosene. Karena pendapatannya dari minyak dalam devisa asing menurun, maka Iran terpaksa memakai uang simpanannya yang berjumlah kira-kira 6 Milyar Dollar. Dalam masalah persenjataan Iran sulit mendapatkannya karena terhalang masalah embargo.
Dengan keterbatasan peralatan perang, Iran tetap optimis tidak akan kalah melawan Irak. Mereka memakai taktik perang jangka panjang. Tujuannya agar Iran dapat menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein.
Kekuatan Iran terletak pada Angkatan Udara yang mempunyai peralatan modern sekali dalam jumlah yang besar. Iran mempunya 57 pesawat pengangkut tempur C 130, 250 buah pesawat pembom phantom, 160 buah F 16, 80 buah F 14, 200 buah F 4, dan 120 buah F 5. Pesawat F 4 dilengkapi dengan peluru kendali Phoenix.
Angkatan darat mereka memiliki 800 tank M60 dan M47 buatan Amerika. Mereka juga mempunyai 760 buah Chieftank, 250 Scorpion, 1500 Iranian Lion, ketiganya merupakan buatan Inggris. Mereka juga mempunyai tank sedikitnya 3000 buah. Angkatan Laut Iran dipersenjatai dengan pesawat pengintai P36, puluhan kapal patrol, 3 buah kapal selam Tank, 4 destroyer Spruance yang baik untuk mengebom pantai tetapi juga bagus untuk menghancurkan kapal selam dan satu seri hydroglisseur yang ditahun 1978 jumlahnya melebihi yang dipunyai Angkatan Laut Inggris sehinnga mereka dapat mendarat di air yang sedangkal apapun di Teluk Persia.
Pertahanan Iran juga di bantu oleh Pasdaran. Pasdaran lahir berbarengan dengan revolusi Iran. Anggota Pasdaran diambil dari sukarelawan yang sudah dewasa baik laki-laki maupun wanita. Sebelum perang kekuatan Pasdaran tidak begitu besar. Perdana Menteri Bazargan mencoba menghapus para tentara itu tetapi tidak berhasil. Kemudian Bani Sadr memegang kendali Pasdaran lalu membubarkan tetapi gagal juga. Perang ini membuat julah Pasdaran empat kali lipat lebih besar.
Senjata yang dipeggang Pasdaran hanya berupa senjata yang ringan seperti senapan mesin, bazooka dan sebagainya. Senjata Pasdaran dibant oleh rakyat yang membentuk sejenis organisasi pertahanan sipil (bassif), dewan-deawan desa dan kota (shoura mahali) yang di bentuk atas prakasa almarhum Ayatola teleghani yang bertugas mengatasi masalah-masalah social. Dewan-dewan pabrik, serikat-serikat buruh dan para petani juga ikut membantu dalam perang ini.
D. UPAYA-UPAYA MENGHENTIKAN PERANG
1. Setelah sidang Dewan Keamanan PBB pada tanggal 28 September 1980 di New York telah meminta kepada kedua belah pihak menghentikan peperangan dan permasalahan kedua belah pihak diselesaikan di meja perundingan. Mereka meminta Irak mundur dari tempat-tempat yang diduduki di Iran. pihak ketigapun telah disediakan seperti Presiden Aljazair, Chadli Benjedid, Presiden Pakistan, Jenderal Zia Ul Haq, ketua Organisasi Palestina (PLO) Yasser Arafat, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), Habib Chatti. Tetapi kedua belah pihak menolak tawaran tersebut.
2. Dalam proses penyelesain Perang Irak-Iran, Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan Resolusi No.598 pada tanggal 20 Juli 1987. Resolusi ini berisi usulan untuk dilakukannya genjatan senjata antara Irak dan Iran. Iran menolak usulan tersebut dan hanya mau menerima apabila Irak dinyatan sebagai pihak aggresor. SedaIrak mau menerima resolusi dengan syarat pihak lawan juga harus berbuat yang sama.
3. Pada akhir Juli 1988, Iran menyatakan kesediaanya untuk menerima usul genjatan senjata seperti yang tercantum dalam Resolusi DK PBB No.598. Iran mendapat kompensasi dari Irak sebesar 150 juta dolar AS pertahun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perang Irak Iran berlangsung selama 8 tahun, yakni antara 1980-1988. Irak di dukung oleh bangsa Arab dan Barat, sedangkan Iran didukung oleh sebagian kecil dan hanya bermodalkan semangat dari rakyat sendiri. Dalam perang tersebut masing-masing menunjukan kekuatannya. Mereka saling menyerang walau peristiwa tersebut dunia Internasional mengecamnya. Bahkan PBB selaku organisasi dunia yang bertujuan untuk menciptakan keamanan pun tureun tangan dengan mengeluarkan resolusi No. No.598 pada tanggal 20 Juli 1987 agar kedua belah pihak melakukan genjatan senjata. Tetapi di tolak. Tetapi pada akhirnya Pada akhir Juli 1988, Iran menyatakan kesediaanya untuk menerima usul genjatan senjata seperti yang tercantum dalam Resolusi DK PBB No.598. Iran mendapat kompensasi dari Irak sebesar 150 juta dolar AS pertahun. Tidak ada yang menang dalam perang tersebut.
Daftar Pustaka
Ikhbal, Akhmad. 2010. Perang-perang Paling Berpengaruh di Dunia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.
Sihbudi, Reza. 2007. Menyandera Timur Tengah. Jakarta: PT Mizan Publika.
Peradaban Meopotamia
Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti "(daerah) di antara sungai-sungai". Entah sejak kapan nama itu dipakai untuk menyebut daerah itu. Namun, para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M), sudah menggunakannya.
Kemiripan antara sastra Mesopotamia dengan teks-teks Alkitab begitu mencolok sehingga orang mau tidak mau menyimpulkan, ada ketergantungan di antara mereka. Karena teks-teks Mesopotamia berasal dari periode yang jauh lebih tua dari teks-teks Alkitab, maka tidak mengherankan jika bisa disimpulkan, teks Alkitab bergantung pada sastra Mesopotamia itu. Para penulis Israel tampaknya mengambil dan memanfaatkan teks-teks Mesopotamia itu untuk mengungkap keyakinan mereka, sekaligus menyesuaikannya dengan keyakinan itu, terutama di bidang monoteisme: segala yang berbau politeisme dibuang jauh-jauh!
Namun, bila kitab Kejadian disusun oleh para penulis Israel pada awal masa kerajaan, kira-kira abad 10 SM, sementara sampai saat itu tidak ada kontak langsung antara Israel dengan Mesopotamia, lalu dari mana datangnya pengaruh Mesopotamia itu?
Salah satu kemungkinan adalah bahwa kisah-kisah Mesopotamia dibawa ke Palestina-lalu menyebar-saat terjadi perpindahan penduduk besar-besaran dari Mesopotamia yang disebabkan situasi yang agak kacau sekitar abad 19 SM. Kiranya ini juga yang menjadi konteks berpindahnya keluarga Abraham dari Ur ke Haran, lalu ke Kanaan.
Daerah Mesopotamia sekarang meliputi negara Irak. Mesopotamia terletak di antara dua aliran sungai yaitu sungai Eufrat dan Tigris. Daerah di sekitar kedua sungai itu tanahnya sangat subur dan bentuknya melengkung seperti bulan sabit sehingga sejarawan dari Amerika Serikat yaitu Breasted menyebut Mesopotamia dengan ungkapan “The Fertile Crescent Moon” (daerah bulan sabit yang subur)
Gambar 13. Peta Peradaban Mesopotamia.
Sejarawan Yunani kuno yang bernama Herodotus menyebut Mesopotamia sebagai “Tanah surga yang cantik jelita”.
Keadaan tanah yang subur serta sungai-sungai yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan merupakan faktor pendukung bagi tumbuhnya peradaban suatu bangsa.
Karena letaknya pada suatu dataran yang luas tanpa pertahanan alam yang memadai maka perkembangan Mesopotamia menjadi sasaran perebutan bangsa-bangsa di sekitarnya untuk mendiami daerah tersebut. Bangsa-bangsa yang pernah mengembangkan peradabannya di Mesopotamia adalah Sumeria, Akkadia, Babilonia, Assyria dan Babilonia Baru
Bangsa- bangsa pendukung Peradaban Mesopotamia antara lain :
1. BANGSA UBAID : Merupakan bangsa pertama yang telah tinggal di Mesopotamia selama bertahun-tahun. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam biji-bijian dengan memanfaatkan air sungai sebagai sarana irigasi pertanian ini dilakukan di daerah yang subur.
2.BANGSA SUMERIA: Merupakan bangsa yang ada setelah bangsa Ubaid telah punah. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani yaitu dengan cara melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh bangsa Ubaid. Namun berbeda dengan para pendahulunya bangsa Sumeria memperbaharui sistem irigasi dengan membuat waduk-waduk agar ketika musim kemarau mereka tetap akan bisa melakukan pengairan ke ladang-ladang mereka
Sumeria (± 3000 SM)
Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama mendiami Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang teratur. Kota yang dihuni tertua adalah Ur dan kemudian Sumer.
1. kehidupan masyarakat Sumeria
Bangsa Sumeria mengembangkan kehidupannya dengan mengusahakan pertanian. Untuk mengairi tanah pertaniannya dibuatlah saluran air dari kedua sungai itu. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak menggunakan tenaga hewan yaitu keledai dan lembu. Untuk mengangkut hasil panen dan keperluan yang lain mereka membuat kereta atau gerobak yang diberi roda. Hasil utama pertanian ini adalah gandum kemudian jemawut dan jelai. Konon bangsa Sumeria adalah bangsa yang mengenal roda dan gandum yang pertama kali di dunia.
2. Sistem pemerintahan
Bangsa Sumeria mengembangkan pemerintahan yang berpusat di kota Ur dekat muara sungai Eufrat. Para penguasa memiliki kekuasaan yang sangat besar. Selain sebagai kepala pemerintahan, Raja juga sebagai kepala agama sehingga raja disebut Patesi (Pendeta Raja). Raja bertanggungjawab terhadap kehidupan masyarakat baik lahir maupun batin. Raja harus mampu mengatur kehidupan ekonomi, keamanan atau ketentraman, hukum dan peradilan serta kehidupan keagamaan.
Salah seorang patesi bernama Ur Nanshe. Ia adalah Raja yang membangun kota Lagash sekitar tahun 2500 SM. Tindakan Ur Nanshe diikuti oleh Patesi (Raja) Gudea yang memerintah kira-kira tahun 2400 SM. Dialah yang menjadikan kota Lagash jadi kota yang paling berarti di Sumeria.
Gambar 14. Patung Raja Gudea.
3.
Sistem kepercayaan
Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat Polytheisme. Mereka percaya dan menyembah banyak dewa. Salah satu dewa utama adalah Marduk. Selain itu ada dewa-dewa yang menguasai alam, yang mereka sembah yakni Enlil (Dewa bumi), Ea (Dewa air), Anu (Dewa langit), Sin (Dewa bulan), Samas (Dewa matahari) dan Ereskigal (Dewa kematian).
Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia. .
Peradaban bangsa Sumeria yang telah tinggi dapat diketahui melalui peninggalan budayanya sebagai berikut.
a. Bangunan
Pada umumnya ditemukan kuil untuk pemujaan yang disebut ziggurat.
Ziggurat berasal dari kata zagaru yang artinya bangunan tinggi seperti gunung karena merupakan menara bertingkat yang makin lama makin kecil (perhatikan gambar 15).
Gambar 15. Ziggurat
Bahan bangunan di Mesopotamia pada umumnya terbuat dari tanah liat yang dijemur.
b. Tulisan
Tulisan bangsa Sumeria disebut tulisan paku (cunei form). Mereka menggunakan ± 350 tanda gambar dan setiap gambar merupakan satu suku kata.
Huruf-huruf itu dituliskan pada papan tanah liat yang digoresi/ditulisi menggunakan karang yang keras dan berujung tajam
Gambar 16. Tulisan Paku.
Huruf paku sudah dikenal sejak tahun 3000 SM digunakan untuk mencatat hasil panen, harta benda serta urusan perdagangan.
Huruf paku disebarkan oleh bangsa Funisia di sekitar Laut Tengah. Bangsa Yunani mengambil dan mengembangkan menjadi huruf Alfa, Beta dan Gama. Kemudian bangsa Romawi mengembangkan menjadi huruf Latin.
c. Pengetahuan
Bangsa Sumeria memberikan sumbangan yang penting bagi dunia dalam bidang matematika. Mereka mengembangkan hitungan dengan dasar 60 (disebut sixagesimal) Penemuan mereka tentang hitungan lingkaran adalah 360o, satu jam adalah 60 menit, 1 menit adalah 60 detik masih kita gunakan sampai sekarang.
Pengetahuan di atas menjadi dasar untuk penghitungan waktu untuk satu hari adalah 24 jam, satu bulan adalah 30 hari, satu tahun adalah 12 bulan. Penghitungan waktu disebut dengan sistem penanggalan yang nanti dikembangkan oleh bangsa Babilonia. Penghitungan kalender Babilonia berdasarkan pada peredaran Bulan (disebut sistem lunar atau kalender Komariah).
Tabel 6. Peradaban Sumeria
. Sejak tahun 2800 SM daerah Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia.
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada di Museum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno (1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang juga menjadi dewa pelindung keadilan.
Perbandingan dengan kumpulan hukum yang ada dalam kitab Keluaran 21-23 menunjukkan adanya kesejajaran yang dekat. Adanya ketergantungan antara kedua kumpulan hukum itu tidak bisa ditentukan dengan pasti, tetapi pengaruh tidak langsung rasanya merupakan sesuatu yang amat masuk akal.
Codex Hammurabi , yang terdiri dari 282 pasal ditambah Prolog dan Epilog, tidak saja berpengaruh pada kumpulan hukum yang ada dalam Alkitab , tetapi juga pada sistem hukum pada periode selanjutnya. Yang menarik dan mungkin membuat kita (seharusnya) tertunduk malu adalah, kumpulan hukum itu juga mengingatkan kita bahwa sejak abad 18 SM, di Mesopotamia sudah ada seorang pemimpin besar yang sungguh-sungguh mempunyai kesadaran bahwa manusia harus diperlakukan secara adil sebagai manusia.
Kini, pada milenium ketiga, tanah yang sudah memberi banyak sumbangan bagi umat manusia ternyata masih mengalami penganiayaan, entah sampai kapan. Mungkin Hammurabi sendiri akan menangis melihat kenyataan yang bertentangan dengan apa yang pernah ditulisnya dalam Epilog codex-nya yang menggambarkan tujuannya menuliskan hukum:
"Di dadaku kubawa rakyat Sumeria dan Akkadia; mereka berkembang di bawah perlindunganku; aku selalu memerintah mereka dalam kedamaian; aku menaungi mereka dengan kebijaksanaanku.Agar yang kuat tidak menindas yang lemah; agar para yatim piatu dan para janda mendapatkan keadilan; di Babilonia, kota di mana Anum dan Elil menengadahkan kepalanya; di Esagila, kuil yang dasarnya kokoh kuat seperti langit dan bumi; aku menulis kata-kataku yang berharga ini pada monumenku; dan di hadapan patungku, sebagai raja keadilan, aku menetapkannya untuk mengatur hukum di negeri ini; untuk menentukan peraturan bagi negeri ini; untuk memberi keadilan bagi yang tertindas."
Akkadia (± 2350 SM)
Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia, setelah berhasilmengalahkan bangsa Sumeria. Pemimpin bangsa Akkadia adalah raja Sargon yang dapat Anda lihat gambar patung di bawah ini.
Gambar 17. Patung Raja Akkadia
Mereka memilih Agade sebagai ibukotanya. Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya baru yang disebut budaya Sumer Akkad berbahasa semit.
Babilonia (±1900 SM)
Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak ± 97 kilometer di selatan kota Bagdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan.
Raja Babilonia yang terbesar adalah Hammurabi (1948-1905 SM).
Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undang-undang. Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk. Seperti nampak pada gambar 3.17 di samping. Agar dapat dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi 8 kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan, misalnya mata ganti mata, gigi ganti gigi.
Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: “Jika seseorang melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka rumah tempat ia melakukan pencurian”. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai karena ketaatan pada hukum.
Gambar 18. Patung Hammurabi.
Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia.
?Untuk sementara waktu tidak ada catatan penting mengenai peradaban Mesopotamia. Baru pada tahun 1200 SM muncullah pemerintahan bangsa Assyria yang menguasai Mesopotamia..
Assyria (±1200 SM)
Bangsa Assyria termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur dan Niniveh. Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota. Anda dapat melihat pada gambar peta di muka.
Pemerintahan bangsa Assyria bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Apa sebab muncul gelar tersebut? Karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.
Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa propinsi dan setiap propinsi diperintah oleh gubernur yang bertanggungjawab kepada Raja. Untuk memperlancar hubungan antara ibukota dan daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang terkenal adalah Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat tulisan tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus dan sejarah..
?Selama masa pemerintahan bangsa Assyria, bangsa-bangsa yang ditaklukkan mencoba menyusun kekuatan untuk mengalahkannya sehingga pada tahun 612 SM bangsa Khaldea dapat menghancurkan Niniveh.
Babilonia Baru
Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah jaya. Raja bangsa Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun kembali kota Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia Baru. Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman gantung. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia.
Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya.
Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai Eufrat yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika dilihat dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat menakjubkan.
Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan astrologi. Mereka percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintang-bintang. Selain meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari malam/gelap). Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial).
Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa penaklukan kerajaan Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar dan menjarah tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak dan tawanan. Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang sangat membekas bagi bangsa Israel.
Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama yaitu tahun 39 SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.
http://www.geofacts.co.cc/2008/08/peradaban-mesopotamia.html
etak Geografis Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Trigis
Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari Pegunungan Armenia (Turki), keduanya berada di daerah Mesopotamia (sekarang Irak). Mesopotamia adalah nama sebutan daerah yang diapit oleh dua sungai, meso berarti tengah dan potamos artinya sungai. Daerah ini merupakan daerah yang sering kena banjir di saat musim hujan, dengan begitu lumpur-lumpur yang dibawa air menyebabkan lahan di sekitarnya menjadi subur. Ketergantungan bangsa-bangsa yang mendiami
Lembah Sungai Eufrat dan Tigris disebabkan oleh daerah yang mengelilinginya adalah gurun yang terbentang luas, yaitu Gurun Elbrus dan Gurun Hamad. Tampak terlihat daerah Mesopotamia adalah lahan yang paling subur dibandingkan sekelilingnya.
Kesuburan tanah mendatangkan manusia untuk bertempat tinggal di daerah tersebut dengan pencahariannya bercocok tanam. Dari kondisi tersebut, muncul peradaban, bahkan para ahli mempercayai bahwa mesopotamia adalah tempat asalnya peradaban manusia di dunia.
Bangsa Ubaid adalah bangsa pertama yang mendiami daerah tersebut pada tahun 5000 SM dengan ditandai munculnya kota Kish, Eridu dan Ur. Kedatangan bangsa Sumeria pada tahun 3000 SM membaur dengan bangsa Ubaid, lalu membangun sebuah kota dengan rumah-rumah yang dibuat dari lumpur dan tanah liat.
Pemerintahan
Pemerintahan di Mesopotamia berbentuk negara kota. Raja merangkap sebagai kepala negara. Kronologis bangsa-bangsa yang mendiami Mesopotamia sampai dengan tahun 323 SM yaitu sebagai berikut:
• Bangsa Ubaidian 5000 – 4500 SM
• Bangsa Sumeria I 3800 – 3200 SM
• Bangsa Jamdet Nasr 3200 – 3000 SM
• Bangsa Akkadia 2900 – 2250 SM
• Bangsa Sumeria II 2250 – 2200 SM
• Bangsa Guti 2200 – 2100 SM
• Bangsa Amolia (Babilonia I) 1850 – 1600 SM
• Bangsa Hittit 1600 – 1300 SM
• Bangsa Asyria 1300 – 612 SM
• Bangsa Khaldea (Babilonia II) 612 – 500 SM
• Bangsa Persia 500 – 326 SM
• Bangsa Yunani (Alexander the Great) 326 – 323 SM
Kepercayaan
Bangsa Sumeria mempercayai banyak dewa yang ditimbulkan oleh kondisi alam yang tidak stabil. Diantara banyak dewa-dewa yang dikenal, tiga di antaranya merupakan dewa tertinggi antara lain Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Enlil (Dewa Bumi) dan Dewa Ea (Dewa Air). Keberhasilan bangsa Sumeria menguasai daerah Mesopotamia diabadikan dalam sebuah mitologi kemenangan saat terjadi peperangan antara Dewa Marduk dengan Dewa Tiamat. Dewa Tiamat dianggap sebagai dewa petaka yang selalu membawa bencana banjir.
Hasil Kebudayaan Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Trigris
Hasil kebudayaan peradaban sungai eufrat dan trigris berupa ilmu pengetahuan dan tekhnologi, yaitu:
Aksara
Sejak berdirinya Sumeria, bangsa-bangsa yang mendiami Lembah
Sungai Eufrat dan Tigris sudah mengenal abjad dengan bentuk
huruf paku dengan sebutan kuneiform. Pengembangan huruf ini
didapat pada peninggalan Babylonia sebuah prasasti batu Undangundang
Hammurabi yang memuat 282 pasal, setiap pasalnya
memuat peraturan dan hukuman bagi pelanggarnya.
Kalender
Pergantian musim menunjukkan pergantian bulan, untuk
kepentingan masa bercocok tanam dan panen mendorong
timbulnya sistem penanggalan. Penanggalan waktu ini sudah
dikenal sejak Kerajaan Sumeria dan berkembang sejak Kerajaan
Chaldea yang membagi minggu dalam 7 hari, hari dalam 24 jam,
sama seperti yang terjadi saat ini.
Ilmu hitung
Bangsa Sumeria sudah mengenal angka 60 (sexagesimal) bilangan
dasar, susunan angka 60 dipakai sebagai besarnya derajat dalam
1 lingkaran, yakni 360 derajat yang dianalogikan sama dengan
peredaran bumi mengelilingi matahari dalam 1 tahun yang terdiri
dari 360 hari.
http://www.ardianrisqi.com/2010/04/peradaban-lembah-sungai-eufrat-dan.html
Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti "(daerah) di antara sungai-sungai". Nama Mesopotamia sudah digunakan oleh para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M).
Menurut keyakinan Kristen dan Yahudi seperti dalam Perjanjian Lama, ada usaha menghubungkan keluarga Abraham (yang lalu disebut "Bapa Orang Beriman" dan diakui oleh tiga agama monoteistik dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi ) dengan Mesopotamia. Dalam kitab Kejadian 11,31 dikatakan, pada suatu masa keluarga Abraham berpindah dari Ur- Kasdim ke Haran sebelum akhirnya berpindah ke Kanaan (Daerah Israel dan Palestina sekarang).
Lokasi Ur-Kasdim biasanya dirujuk pada Tell el-Muqayyar, situs bekas reruntuhan Kota Ur kuno dari periode Sumeria. Tapi, banyak ahli masih meragukan usulan ini. Sedangkan Haran terletak di bagian utara Mesopotamia, di tepi Sungai Eufrat.
[sunting] Mesopotamia dalam Alkitab
Beberapa catatan lain bisa dikemukakan untuk menunjukkan hubungan antara Abraham dengan Mesopotamia. Dalam kitab Ulangan 26,3; Nabi Musa mengajak umat untuk berdoa kepada Tuhan saat mempersembahkan panen pertama dengan mengawalinya, Bapaku adalah seorang Aram, seorang pengembara.
Di tempat lain dikatakan bahwa Ishak, anak Abraham, diperintah Abraham untuk mencari istri dari daerah Aram-Mesopotamia (aram-naharayim) (Kejadian 24,2.10). Demikian juga dengan Yakub, cucu Abraham, dia disuruh pergi ke Padan-Aram untuk mendapatkan istri di sana (Kejadian 28,2). Dalam terjemahan Yunani Septuaginta, kedua nama terakhir ini disebut Mesopotamia.
Selain petunjuk yang secara eksplisit ada dalam Alkitab, masih bisa ditemukan informasi lain yang menunjukkan pengaruh Mesopotamia yang cukup kuat. Kini sudah lazim diterima bahwa kisah Penciptaan dan kisah Air Bah yang terkenal itu, yang dikisahkan pada bagian awal kitab Kejadian, sebenarnya kuat dipengaruhi sastra Mesopotamia. Biasanya ada tiga karya sastra Mesopotamia yang ditunjuk, yaitu Enuma Elish (dari abad 17 SM), Epic Gilgamesh (abad 20 SM), dan Athrahasis (abad 18-17 SM). Teks-teks itu cukup terkenal dan tersebar luas karena ditemukan dalam berbagai versi dan bahasa, seperti versi Akkadia, Sumeria, Hittit, dan Asyur.
Kemiripan antara sastra Mesopotamia dengan teks-teks Alkitab begitu mencolok sehingga seringkali disimpulkan bahwa ada ketergantungan antara keduanya. Karena teks-teks Mesopotamia berasal dari periode yang jauh lebih tua dari teks-teks Alkitab, maka tidak mengherankan jika bisa disimpulkan, teks Alkitab bergantung pada sastra Mesopotamia itu. Para penulis Israel tampaknya mengambil dan memanfaatkan teks-teks Mesopotamia itu untuk mengungkap keyakinan mereka, sekaligus menyesuaikannya dengan keyakinan itu, terutama di bidang monoteisme.
Salah satu kemungkinan datangnya pengaruh Mesopotamia dalam kitab Kejadian adalah bahwa kisah-kisah Mesopotamia dibawa ke Palestina lalu menyebar-saat terjadi perpindahan penduduk besar-besaran dari Mesopotamia yang disebabkan situasi yang agak kacau sekitar abad 19 SM. Kiranya ini juga yang menjadi konteks berpindahnya keluarga Abraham dari Ur ke Haran, lalu ke Kanaan.
Berbagai kebiasaan dan peraturan yang tercermin dalam kitab Kejadian ternyata juga menemukan banyak kesamaan dengan kebiasaan dan peraturan yang hidup di daerah Mesopotamia. Sebagai contoh, kekhawatiran Abraham karena dia tidak mendapat keturunan, karena itu harus mewariskan segala miliknya kepada abdinya yang setia, Eliezer (Kejadian 15,1-4), ternyata sejajar dengan praktek yang dilakukan masyarakat Nuzi yang mendiami sebelah timur Sungai Tigris. Hal ini bisa diketahui melalui analisis teks-teks hukum yang berlaku di Nuzi, yang berasal dari abad 15 SM.
Kisah tentang Abraham yang datang ke negeri asing lalu mengaku istrinya sebagai saudarinya (Kejadian 12,10-20) sering membingungkan orang. Tetapi, kini, dengan ditemukannya teks-teks yang berasal dari bangsa Hori di sebelah utara Mesopotamia, berdekatan dengan Haran, hal itu bisa dipahami dengan lebih baik.
Dalam masyarakat Hori, ikatan perkawinan yang paling kuat adalah jika seorang istri sekaligus mendapat status saudari secara hukum. Karena itu, sering terjadi, sesudah perkawinan diadakan upacara lain untuk mengadopsi sang istri menjadi saudari. Hal ini disahkan dengan dua dokumen. Pertama, dokumen tentang perkawinan. Kedua, berkait dengan pengangkatannya sebagai saudari.
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada di Museum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno (1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang juga menjadi dewa pelindung keadilan.
Perbandingan dengan kumpulan hukum yang ada dalam kitab Keluaran 21-23 menunjukkan adanya kesejajaran yang dekat. Adanya ketergantungan antara kedua kumpulan hukum itu tidak bisa ditentukan dengan pasti, tetapi pengaruh tidak langsung rasanya merupakan sesuatu yang amat masuk akal.
Codex Hammurabi, yang terdiri dari 282 pasal ditambah Prolog dan Epilog, tidak saja berpengaruh pada kumpulan hukum yang ada dalam Alkitab, tetapi juga pada sistem hukum pada periode selanjutnya. Yang menarik dan mungkin membuat kita (seharusnya) tertunduk malu adalah, kumpulan hukum itu juga mengingatkan kita bahwa sejak abad 18 SM, di Mesopotamia sudah ada seorang pemimpin besar yang sungguh-sungguh mempunyai kesadaran bahwa manusia harus diperlakukan secara adil sebagai manusia.
[sunting] Sejarah Mesopotamia
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumer(ia). Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternya melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di "tanah antara dua sungai" itu.
PERADABAN LEMBAH SUNGAI EUFRAT DAN TIGRIS
MESOPOTAMIA
Standar Kompetensi : 2. Menganalisa Peradaban Indonesia dan Dunia
Kompetensi Dasar : 2.2. Mengidentifikasi Peradaban Awal Masyarakat di Dunia yang Berpengaruh Terhadap Peradaban Indonesia
Mesopotamia artinya daerah di antara dua aliran sungai yaitu Sungai Eufrat dan Tigris. Daerah ini sekarang bernama Irak. Daerah ini dikelilingi oleh daerah –daerah yang tidak subur. Di sebelah utara dan timur laut terdapat pegunungan yang tinggi, yang di bagian timur bergabung dengan Pegunungan Himalaya. Di sebelah barat daya terdapat daerah gurun yaitu Arab Saudi. Karena daerah Mesopotamia sangat subur, maka ...
selalu menjadi rebutan oleh bangsa-bangsa di sekitarnya.
Penghuni Mesopotamia termasuk rumpun bangsa Semit yang hidupnya selain bercocok tanam juga beternak. Hidup mereka setengah nomaden, karena selalu berpindah-pindah tempat. Daerah Mesopotamia yang subur ini pernah dikuasai oleh beberapa bangsa secara silih berganti sehingga meninggalkan jejak-jejak peradaban yang memperkaya khasanah kebudayaannya
a. Bangsa Sumeria
Bangsa Sumeria merupakan penghuni tertua daerah Mesopotamia. Mereka berasala dari daerah Susa, pindah ke Sumeria sekitar 3000 SM, dan kemudian mendirikan negara kota, antara lain Ur, Larsa, dan Lagasy.
Hasil – hasil peradaban terpenting, antara lain : sistem pemerintahan kerajaan, sistem perekonomian agraris dan perdagangan, serta kepercayaan Politeisme. Warisan terpenting dari bangsa Sumeria adalah ditemukannya tulisan berupa huruf Paku. Jumlah hurufnya sangat banyak, sekitar 350 tanda. Tulisan Paku tersebut biasanya dituliskan pada tanah liat, yang kemudian dikeringkan dengan sinar matahari maupun dibakar.
Bangsa Sumeria mengalami kemunduran karena adanya perang sesama negara kota. Pada tahun 2350 SM bangsa Sumeria dikalahkan oleh bangsa Akkadia. Selanjutnya terjadi proses assimilasi dan intergrasi sosial di antara keduanya
b. Bangsa Amorit ( Babilonia )
Sekitar tahun 2000 SM bangsa Akkadia dikalahkan oleh bangsa Amorit. Selanjutnya mereka mendirikan kerjaan Babilonia yang pertama dengan ibukota di Babilon, pada tepi sungai Eufrat. Kerajaan Babilonia mencapai puncak kejayaannya di bawah Raja Hammurabi ( 1955-1912 SM )
Peradaban Mesopotamia diperkaya oleh bangsa Amorit, baik dalam sistem pemerintahan, perekonomian, kepercayaan, serta ilmu pengetahuan. Salah satu peninggalan penting dari bangsa Amorit adalah hukum Hammurabi
Bangsa Amorit mengalami kemunduran setelah diserang oleh bangsa Huthit, namun selanjutnya bangsa Assiria mengalahkannya dan menguasai daerah Mesopotamia
c. Bangsa Assiria
Setelah berjuang bertahun-tahun melawan bangsa-bangsa yang ingin menguasai Mesopotamia, seperti bangsa Hithit, akkadia, Sumeria dan Babilonia akhirnya bangsa Assiria bisa mendirikan pemerintahan di daerah tersebut. Pusat kerajaan berada di Ninive, suatu tempat di tepi Sungai Tigris
Bangsa Assiria memrintah secara kasar dan kejam, dan mereka suka berperang dengan bangsa-bangsa di sekitarnya. Selama masa kekuasaannya mereka tidak banyak menciptakan kebudayaan yang khas, karena mereka banyak meniru kebudayaan bangsa Babilonia. Namun demikian, ilmu pengetahuan juga mengalami perkembangan, terutama dalam ilmu astronomi, astrologi, arsitektur, matematika, seni pahat dan seni patung.
Bangsa Assiria mengembangkan sistem pemerintahan diktator militer, sistem perekonomian agraris,serta kepercayaan politeisme.apa yang dilakukan bangsa Assiria ini tidak jauh berbeda dengan bangsa-bangsa yang perbah memerintah Mesopotamia sebelumnya.
Pemerintahan Assiria runtuh setelah diserang oleh bangsa Khaldea dari Mesopotamia bagian selatan. Periode selanjutnya bangssa Khaldea yang berkuasa atas Mesopotamia tersebut
d. Bangsas Khaldea ( Babilonia Baru )
Bangsa Khaldea membangun kembali bekas ibukota Babilon, sehingga menjadi kota pusat kerajaan yang baru. Di bawah pemerintahan Raja Nebukadnezar ( 612-536 SM ) wilayah Babilonia Baru diperluas ke Palestina, Arab dan Yuda
Pada masa itu , warisan peradaban Babilonia dikembangkan lebih lanjut. Ilmu Pengetahuan, terutama astronomi, berkembang pesat. Selain itu, salah satu warisan peradaban Babilonia Baru yang paling menonjol adalah Taman Bergantung, yang dibuat di atas Istana Raja.
Setelah kematian Raja Nebukadnezar, kekuasaan jatuh ke tangan bangsa Persia sekitar tahun 539 SM . dengan demikian maka berakhirlah kejayaan peradaban Mesopotamia
http://pagenjahan.blogspot.com/2010/05/peradaban-lembah-sungai-eufrat-dan.html
Gambar 13. Peta Peradaban Mesopotamia.
Sejarawan Yunani kuno yang bernama Herodotus
menyebut Mesopotamia sebagai ³Tanah surga yang
cantik jelita´.
Keadaan tanah yang subur serta sungai-sungai yang
dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan
merupakan faktor pendukung bagi tumbuhnya peradaban
suatu bangsa.
Karena letaknya pada suatu dataran yang luas tanpa
pertahanan alam yang memadai maka perkembangan
Mesopotamia menjadi sasaran perebutan bangsa-bangsa
di sekitarnya untuk mendiami daerah tersebut. Bangsa-
bangsa yang pernah mengembangkan peradabannya di
Mesopotamia adalah Sumeria, Akkadia, Babilonia, Assyria
dan Babilonia Baru. Untuk lebih jelasnya bacalah uraian
di bawah ini dengan teliti.
Sumeria (± 3000 SM)
Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama mendiami
Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-
rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut menjadi
pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang
teratur. Kota yang dihuni tertua adalah Ur dan kemudian
Sumer.
1.
Bagaimanakah kehidupan masyarakat Sumeria?
Bangsa Sumeria mengembangkan kehidupannya dengan mengusahakan
pertanian. Untuk mengairi tanah pertaniannya dibuatlah saluran air dari
kedua sungai itu. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak
menggunakan tenaga hewan yaitu keledai dan lembu. Untuk mengangkut
hasil panen dan keperluan yang lain mereka membuat kereta atau gerobak
yang diberi roda. Hasil utama pertanian ini adalah gandum kemudian
j
emawut dan jelai. Konon bangsa Sumeria adalah bangsa yang mengenal
roda dan gandum yang pertama kali di dunia.
Selain kegiatan pertanian, apakah ada kegiatan lain yang dilakukan
bangsa Sumeria untuk memenuhi kebutuhannya? Hubungan perdagangan
kemungkinan telah dijalin dengan negara lain misalnya masyarakat
lembah sungai Indus. Tuliskan pada titik-titik di bawah ini
bukti/kemungkinan yang mendukung hal itu.
........................................................................................................
...........................
........................................................................................................
...........................
Tentu Anda masih ingat ada pendapat yang menyatakan adanya hubungan
dagang antara Mesopotamia dengan masyarakat lembah Indus adalah
ditemukannya meterai tanah liat di India yang sejenis dengan
Mesopotamia.
Dugaan para ahli bahwa bangsa Sumeria adalah pedagang, berdasarkan
temuan berupa ribuan meterai tanah liat yang antara lain berisi perjanjian
dagang, perhitungan pesanan barang-barang.
Kehidupan suatu bangsa tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa
dipimpin oleh pemerintahan yang teratur. Pemerintahan bangsa Sumeria
Anda dapat ketahui sebagai berikut.
2.
Sistem pemerintahan
Bangsa Sumeria mengembangkan pemerintahan yang berpusat di kota Ur
dekat muara sungai Eufrat. Para penguasa memiliki kekuasaan yang
sangat besar. Selain sebagai kepala pemerintahan, Raja juga sebagai
kepala agama sehingga raja disebut Patesi (Pendeta Raja). Raja
bertanggungjawab terhadap kehidupan masyarakat baik lahir maupun
batin. Raja harus mampu mengatur kehidupan ekonomi, keamanan atau
ketentraman, hukum dan peradilan serta kehidupan keagamaan.
Salah seorang patesi bernama Ur Nanshe. Ia adalah Raja yang
membangun kota Lagash sekitar tahun 2500 SM. Tindakan Ur Nanshe
diikuti oleh Patesi (Raja) Gudea yang memerintah kira-kira tahun 2400
SM. Dialah yang menjadikan kota Lagash jadi kota yang paling berarti di
Sumeria.
Perhatikan gambar tokoh Raja Gudea di bawah ini
Gambar 14. Patung Raja Gudea.
Jika disebutkan raja adalah juga sebagai kepala agama lalu bagaimanakah
sistem kepercayaan bangsa Sumeria? Simaklah uraian berikut ini
3.
Sistem kepercayaan
Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat Polytheisme. Mereka percaya dan
menyembah banyak dewa. Salah satu dewa utama adalah Marduk. Selain
itu ada dewa-dewa yang menguasai alam, yang mereka sembah yakni Enlil
(Dewa bumi), Ea (Dewa air), Anu (Dewa langit), Sin (Dewa bulan), Samas
(Dewa matahari) dan Ereskigal (Dewa kematian).
Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh
masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia.
Setelah membaca sistem kepercayaan bangsa Sumeria, Anda dapat
mempelajari peninggalan budayanya dari uraian di bawah ini.
Peradaban bangsa Sumeria yang telah tinggi dapat diketahui melalui
peninggalan budayanya sebagai berikut.
a. Bangunan
Pada umumnya ditemukan kuil untuk pemujaan yang disebut ziggurat. Ziggurat berasal dari kata zagaru yang artinya bangunan tinggi seperti gunung karena merupakan menara bertingkat yang makin lama makin kecil (perhatikan gambar 15).
Bahan bangunan di Mesopotamia pada umumnya terbuat dari tanah liat
yang dijemur. Dengan memperhatikan ziggurat, ingatkah Anda akan
bangunan megalith di Indonesia yang berfungsi sebagai tempat
pemujaan? Tentu Anda ingat, bangunan itu adalah punden berundak.
b. Tulisan
Tulisan bangsa Sumeria disebut tulisan paku (cunei form). Mereka
menggunakan ± 350 tanda gambar dan setiap gambar merupakan satu
suku kata.
Huruf-huruf itu dituliskan pada papan tanah liat yang digoresi/ditulis
menggunakan karang yang keras dan berujung tajam.
Mengapa tulisan itu disebut tulisan paku? Disebut demikian karena
huruf itu berbentuk seperti paku atau baji (perhatikan gambar 16)
Huruf paku sudah dikenal sejak tahun 3000 SM digunakan untuk
mencatat hasil panen, harta benda serta urusan perdagangan.
Huruf paku disebarkan oleh bangsa Funisia di sekitar Laut Tengah.
Bangsa Yunani mengambil dan mengembangkan menjadi huruf Alfa,
Beta dan Gama. Kemudian bangsa Romawi mengembangkan menjadi
huruf Latin.
Sampai di sini apakah Anda sudah paham? Jika sudah paham cobalah
tuliskan kembali beberapa pengertian di bawah ini dengan mengisi titik-
titik di sebelahnya.
1. Bangsa yang menduduki Mesopotamia pertama kali adalah....
2. Bangsa Sumeria dalam mengembangkan perekonomiannya melalui
kegiatan....
3. Raja Sumeria bergelar ... artinya....
4. Dewa utama yang disembah bangsa Sumeria adalah....
5. Apakah ziggurat itu?
6. Tulisan bangsa Sumeria adalah....
Setelah selesai Anda mengerjakannya cobalah cocokkan dengan
keterangan di bawah ini.
1. Sumeria.
2. Pertanian, peternakan, perdagangan.
3. Patesi = raja adalah kepala pemerintahan dan agama.
4. Marduk.
5. Bangunan menara bertingkat, sebagai kuil pemujaan kepada dewa,
terbuat dari batu bata
http://www.scribd.com/doc/29730935/Peradaban-Lembah-Sungai-Eufrat-Dan-Tigris-17ager
Mesopotamia adalah peradaban lembah Sungai Eufrat dan Tigris yang terkenal. Mesopotamia berasal dari kata mezo yang berarti 'sungai' dan kata potamus yang berarti 'sungai'. Saat ini, Mesopotamia dikenal dengan nama Irak. Mesopotamia terletak di antara sungai Eufrat dan Tigris. Tanah di antara kedua sungai ini sangat subur. Hal ini merupakan penentu kemajuan sebuah peradaban.
Banyak suku mendiami Mesopotamia. Mereka hidup dari beternak dan menanam gandum, barley, serta kurma. Orang-orang Mesopotamia telah belajar membuat parit dan waduk. Permukiman Mesopotamia semakin besar dan berkembang sehingga menjadikan wilayah tersebut kaya dan kuat.
Kota Pertama
Sekitar 6000 tahun lalu, penduduk Mesopotamia yang menyebut dirinya bangsa Sumeria membangun kota-kota pertama di dunia. Kota-kota tersebut adalah Eridu, Erech, Ur, dan Nippur. Bahan bangunan saat itu adalah balok-balok dari lumpur. Mereka juga membangun kuil besar untuk memuja dewa. Kuil tersebut dikenal dengan nama ziggurat.
Kota merupakan pusat transaksi warga sekitarnya. Mereka menukarkan hasil panen dengan pakaian, senjata, perhiasan, alat pertanian, dan sebagainya. Selanjutnya, bangsa Akkadia dan Babilonia membangun kota-kota berikutnya. Kota di Mesopotamia sudah memiliki pusat keramaian, seperti toko dan restoran.
Mereka juga membangun perumahan dan pabrik. Penduduk Mesopotamia mengembangkan astronomi dan matematika. Mereka menemukan satuan pengukur waktu berdasar 60 menit. Dari situlah, satu jam memiliki 60 menit dan satu menit terdiri dari 60 detik.
Hukum dan Kepercayaan
Peradaban Mesopotamia mengembangkan tulisan pertama di dunia yang berbentuk huruf paku (cuneiform). Mereka menggunakan alang-alang sebagai pena dan lempengan tanah liat sebagai media untuk menulis. Mereka juga belajar mengenai organisasi pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan pendataan surat, puisi, pajak, dan hukum.
Kepercayaan pada peradaban Mesopotamia berasal dari kepercayaan bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria memuja Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Ea (Dewa Air), dan Dewa Enlil (Dewa Bumi). Ketiganya adalah dewa tertinggi bangsa Sumeria. Selain itu, bangsa Sumeria menyembah Dewa Samas (Dewa Matahari), Dewa Sin (Dewa Bulan), Dewa Istar (Dewa Perang dan Asmara), dan Dewa Tammuz (Dewa Tumbuh-tumbuhan).
Undang-undang yang terkenal pada peradaban Mesopotamia adalah Undang-undang Hammurabi pada masa pemerintahan Raja Hammurabi bangsa Babilonia Lama. Undang-undang ini merupakan undang-undang tertulis pertama di dunia yang berisi pengaturan di bidang pertanian, agama, perdagangan, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Ada 300 pokok dalam Undang-undang Hammurabi.
Serbuan dari Luar
Peradaban Mesopotamia yang termasyhur menarik perhatian bangsa lain. Penduduk Mesopotamia harus bertempur untuk mempertahankan wilayah mereka. Akhirnya, sekitar 3000 tahun lalu, bangsa Assyria berhasil merebut Mesopotamia. Selanjutnya, Mesopotamia diduduki oleh bangsa Persia.
Pada tahun 641, Mesopotamia direbut oleh Muslim. Mereka membangun ibukota di Baghdad. Namun, pada 1258, ibukota itu dihancurkan oleh tentara Mongol. Mesopotamia kehilangan pun kejayaannya.
http://www.anneahira.com/peradaban-lembah-sungai-eufrat-dan-tigris.htm
Langganan:
Postingan (Atom)